no responses

Pemahaman BBM Oktan Rendah dengan BBM Oktan Tinggi

Pada kendaraan mesin bensin keluaran tahun 2000 hingga sat ini rata-rata  telah mensyaratkan penggunaan bensin beroktan tinggi (RON 95 ke atas) karena kendaraan saat ini menggunakan teknologi injeksi dan di desain dengan kompresi mesin yang tinggi antara 9,0:1 s.d 11:1, artinya untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna dan optimal membutuhkan bahan bakar dengan RON yang tinggi pula.

Begitu pula dengan mesin diesel, identik dengan putaran tinngi, dengan perbandingan kompresi berkisar 15:1 sampai 22:1 sangat jauh bedanya dibanding kendaraan mesin bensin, terlebih kendaraan mesin diesel commonrail system, dimana cara kerjanya pakai pengontrol katub selenoid yang dikendalikan secara elektronik dipastikan minyak diesel terinjeksi sesuai jumlah yang dibutuhkan. Konsekwensinya harus memakai jenis minyak diesel performa tinggi.

Jika dipaksakan memakai minyak diesel performa rendah dimungkinkan lubang injektor tersumbat oleh tumpukan deposit (Injector Clogging) menyebabkan aliran bahan bakar yang diinjeksi ke ruang bakar menjadi terhambat dan semburan menjadi tidak sesuai dengan rancangan semula. Alhasil pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna dan menimbulkan dampak negatif pada performa mesin kendaraan seperti berkurangnya tenaga mesin, konsumsi bahan bakarlebih boros, dan bahkan dapat merusak komponen mesin seperti injector, Catalytic converter, dan piranti saprepart lainnya.

Kesimpulan : Bahwa penggunaan BBM yang tidaksesuai antara Compression Ratio (CR) dengan Reserch Octane Number (RON) atau Cetane Number (CN) pada bahan bakar akan mengakibatkan Knocking. Akibatnya : Boros BBM, mesin berkerak, Oli cepat kotor dan emisi.

Knocking adalah terbakarnya campuran udara dan bensin karena tekanan tinggi, bukan karena percikan api dari busi.Hal ini disebabkan karena ketidak sesuaian antara CR dan RON.

Compression Ratio (CR) adalah perbandingan volume ruang bakar terbesar dan terkecil atau perbandingan ruang bakar saat saat piston berada di titik mati atas (TMB) dibawah dan saat piston berada di titik mati atas (TMA).

Reserch Octane Number (RON) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bensin untuk tidak terbakar ketika menerima tekanan diruang bakar. Mesin Bensin butuh RON tinggi agar bensin tidak mudah terbakar oleh tekanan piston hingga busi yang membakar bensin piston mencapai titik mati atas (TMA).

Cetane Number (CN) adalah angka yang menentukan mudah atau susahnya minyak diesel terbakar oleh tekanan pada ruang bakar mesin. Mesin diesel membuthkan CN tinggi agar Minyak Diesel lebih mudah terbakar karena mesin Diesel tidak memiliki Busi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *